Drama China terbaru, The Vendetta of An, menyajikan narasi kuat tentang intrik politik dan balas dendam yang berlatar masa pemerintahan Wude. Kondisi kekuasaan di Chang’an digambarkan rapuh, membuka celah bagi konflik yang lebih dalam.
Rangkaian peristiwa kelam dimulai dengan hilangnya kaisar yang diturunkan takhtanya, diikuti lenyapnya pasukan elit Huben Dark Guards. Di tengah kekacauan ini, seorang pejabat brilian hadir dengan agenda tersembunyi: membalas dendam atas luka masa lalu yang membekas.
Penonton akan diajak menyelami konspirasi rumit, aliansi rahasia, dan pertarungan nasib sebuah kekaisaran. The Vendetta of An menjanjikan cerita menegangkan yang dibalut karakter-karakter kuat dan penuh ambisi.
Konflik Kekuasaan Pasca-Kudeta
Kisah berawal pada era pemerintahan Wude, ketika Huben Dark Guards menjadi kekuatan gelap yang mendominasi Chang’an. Pasukan ini memegang pengaruh besar di pusat kekuasaan, menimbulkan rasa takut.
Namun, tatanan ini terguncang saat penguasa feodal Xiao Wu Yang berhasil merebut kekuasaan. Pasca-kudeta, Huben Dark Guards menghilang bersama kaisar yang telah digulingkan. Muncul spekulasi bahwa pemimpin mereka, Yan Feng Shan, memanfaatkan kaisar yang jatuh untuk kepentingan pribadi, memicu konflik yang lebih luas.
Balas Dendam Pribadi Berbalut Misi Negara
Xiao Wu Yang menugaskan Xie Huai’an, seorang pejabat cerdas dari Huainan, untuk memburu dan melenyapkan sisa-sisa Huben Dark Guards. Namun, misi negara ini menjadi kedok bagi dendam pribadi Xie Huai’an yang telah dipendam selama satu dekade.
Yan Feng Shan, pemimpin Huben, adalah dalang di balik pembunuhan ayah Xie Huai’an. Dengan kesabaran luar biasa, Xie Huai’an mempersiapkan rencana balas dendamnya, menjadikan tugas negara sebagai jalan untuk menuntaskan luka masa lalu.
Aliansi Strategis dan Perang Bayangan
Cerita semakin berliku ketika Xie Huai’an menggunakan kaisar yang diturunkan sebagai pion dalam permainan politiknya. Ia membentuk aliansi strategis dengan tokoh-tokoh kunci, termasuk Jenderal Gu Yu yang berpengalaman dan Ye Zheng, seorang pendekar pedang tangguh.
Kerja sama juga terjalin dengan Han Zi Ling, seorang ahli strategi yang mumpuni dalam menganalisis situasi. Bersama-sama, mereka melancarkan perang bayangan melawan Huben Dark Guards, sebuah pertempuran bukan hanya fisik, tetapi juga adu kecerdikan dan perebutan pengaruh yang akan menentukan masa depan kekaisaran.
Dampak Luas pada Stabilitas Kekaisaran
Konflik dalam The Vendetta of An tidak hanya terbatas pada balas dendam personal Xie Huai’an. Setiap langkah para tokoh memiliki dampak langsung pada stabilitas kekaisaran.
Perang rahasia antara Xie Huai’an dan Huben Dark Guards menjadi titik balik sejarah Chang’an. Kekuasaan Xiao Wu Yang, nasib kaisar yang digulingkan, serta kesejahteraan rakyat dipertaruhkan dalam intrik berdarah ini.
Jajaran Pemeran dan Tim Produksi
Drama ini didukung oleh jajaran pemeran yang mumpuni. Cheng Yi memerankan Xie Huai An, sementara Liu Yi Jun tampil sebagai Xiao Wu Yang. Wang Jin Song berperan sebagai Wu Zhong Heng, dan Tong Meng Shi sebagai Ye Zheng. Xu Lu hadir sebagai Bai Wan, dan Zhou Qi memerankan Xiao Wen Jing atau Zhang Mo.
Kursi sutradara diisi oleh Lin Feng, dengan naskah yang ditulis oleh Shuang Cheng. Kombinasi keduanya menghasilkan alur cerita yang padat dan penuh ketegangan.
Informasi Tayang
The Vendetta of An terdiri dari 28 episode dan mulai tayang pada 12 Desember 2025. Penonton dapat menyaksikan drama ini melalui platform streaming Youku dan Netflix.
Drama ini menawarkan kombinasi kuat antara intrik politik, balas dendam personal, dan perang strategi di latar sejarah yang kelam. The Vendetta of An menyoroti bagaimana ambisi dan dendam dapat membentuk nasib sebuah kekaisaran, menjadikannya tontonan yang sarat konflik dan emosi.
Sumber: Grid.id






