Drama Korea (drakor) dengan fokus pada karakter perempuan atau women centric semakin mendominasi layar kaca. Genre ini menawarkan narasi yang kuat, relevan, dan dekat dengan realitas kehidupan perempuan, menyoroti perjuangan, persahabatan, hingga pencarian jati diri.
Melalui sudut pandang perempuan, drakor ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyajikan makna mendalam. Berikut adalah lima rekomendasi drakor women centric yang menarik untuk disimak:
Birthcare Center (2020)
Drama ini mengisahkan Oh Hyun Jin (Uhm Ji Won), seorang eksekutif yang baru saja menjadi ibu. Ia menjalani masa perawatan pascapersalinan di sebuah fasilitas medis khusus. Di sana, Hyun Jin bertemu dengan berbagai ibu lain dari latar belakang berbeda dan beradaptasi dengan tantangan baru pasca melahirkan.
Serial ini secara detail menampilkan berbagai pengalaman pascapersalinan, termasuk dinamika interaksi antar tokoh di lingkungan pusat perawatan tersebut. Selain Hyun Jin, penonton akan diperkenalkan pada karakter ibu lain serta staf yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari di pusat perawatan.
Little Women (2022)
Little Women menceritakan kisah tiga bersaudara perempuan yang terjerat dalam sebuah perkara besar. Mereka bersinggungan dengan keluarga terkaya dan paling berpengaruh di Korea Selatan. Kakak sulung, Oh In Joo (Kim Go Eun), yang tumbuh dalam kemiskinan, meyakini uang sebagai alat perlindungan utama dalam hidup. Sebuah kasus besar berpotensi mengubah nasibnya.
Adik tengahnya, Oh In Kyung (Nam Ji Hyun), berprofesi sebagai jurnalis idealis yang menjunjung tinggi kebenaran. Ia mulai menyelidiki kasus misterius yang pernah ditemuinya di awal kariernya. Sementara itu, si bungsu, Oh In Hye (Park Ji Hu), adalah siswi berbakat di sekolah seni ternama yang merasa perhatian kedua kakaknya terlalu berlebihan.
A Virtuous Business (2024)
Berlatar tahun 1992 di Desa Geumje, drama ini mengikuti empat perempuan yang memutuskan untuk menjual produk dewasa dari pintu ke pintu demi memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Mereka menghadapi stigma sosial karena produk yang mereka jual masih dianggap tabu pada masa itu.
Tokoh utama, termasuk Han Jung Sook (Kim So Yeon), Oh Geum Hee (Kim Sung Ryung), Seo Young Bok (Kim Sun Young), dan Lee Yoo Ri (Lee Se Hee), menjalankan usaha ini bersama di tengah berbagai tantangan sosial dan personal. Drama ini juga menampilkan karakter detektif Kim Do Hyun (Yeon Woo Jin) yang terlibat dalam alur cerita.
Don’t Call Me Ma’am (2025)
Drama ini berfokus pada kehidupan tiga sahabat perempuan yang telah memasuki usia 41 tahun. Jo Na Jeong (Kim Hee Seon) adalah mantan pembawa acara belanja televisi yang kini menjadi ibu rumah tangga. Ia berupaya kembali ke dunia siaran untuk meraih karier lamanya.
Gu Ju Young (Han Hye Jin) bekerja sebagai manajer perencanaan di pusat seni dan tampak memiliki kehidupan mapan, namun diam-diam menghadapi persoalan rumah tangga terkait keinginannya memiliki anak. Lee Il Ri (Jin Seo Yeon), wakil redaktur pelaksana majalah mode, sukses dalam karier namun masih menyimpan harapan untuk menikah.
The Price of Confession (2025)
Drama ini mengisahkan An Yoon Soo (Jeon Do Yeon), seorang guru seni yang hidupnya berubah drastis setelah suaminya tewas dan ia dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Demi membersihkan namanya, Yoon Soo berjuang menghadapi proses hukum yang membawanya ke penjara.
Di balik jeruji, ia bertemu Mo Eun (Kim Go Eun), sosok misterius yang dijuluki penyihir karena kemampuannya membaca pikiran orang lain. Keduanya terikat dalam kesepakatan berisiko yang menyimpan rahasia besar. Sementara itu, jaksa Baek Dong Hoon (Park Hae Soo) menyelidiki keterkaitan Yoon Soo dan Mo Eun, dibantu oleh pengacara Yoon Soo, Jang Jung Koo (Jin Sun Kyu), yang bertekad mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut.
Sumber: Grid.id






