Komika Pandji Pragiwaksono angkat bicara mengenai materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang menuai kontroversi. Materi tersebut sempat menyinggung isu sensitif, termasuk penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut terlihat “ngantuk”.
Respons Santai Gibran
Menanggapi candaan tersebut, Gibran Rakabuming Raka memilih bersikap santai dan menyatakan tidak tersinggung. Ia bahkan meminta agar tidak perlu ada laporan hukum terhadap Pandji. Pandji mengapresiasi respons Gibran yang dinilainya bijak dan menunjukkan pemahaman terhadap dunia kesenian serta kebebasan berekspresi.
“Karena Wapres Gibran sebagai Wakil Presiden… kayanya beliau ini adalah Wakil Presiden pertama dari generasi milenial gak sih? Sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi apa… produk pop culture seperti stand-up comedy,” ujar Pandji saat memenuhi panggilan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Fokus Materi ‘Mens Rea’
Pandji menjelaskan bahwa penyebutan nama Raffi Ahmad dalam materi Mens Rea bukanlah fokus utama. Menurutnya, topik yang diangkat adalah mengenai Mens Rea dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
“Topik utamanya tuh tentang keberadaan… apa? TPPU. Iya, soal ada… ada keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang gitu. Jadi topiknya tuh sebenarnya itu, pembahasannya itu. Lebih supaya masyarakat awam saja dan aware dengan kondisi seperti itu. Itu aja sih sebenarnya,” beber Pandji.
Hingga kini, Pandji mengaku belum berkomunikasi dengan Raffi Ahmad terkait materi tersebut. “Belum ada ngobrol-ngobrol,” kata Pandji singkat.
Dukungan Publik dan Kebingungan Permintaan Maaf
Meskipun materi Mens Rea menuai kontroversi, Pandji mengaku bersyukur atas sambutan positif yang diterima dari berbagai kalangan.
“Berkah sekali ngelihat respons positif yang muncul dari masyarakat,” bebernya.
Terkait desakan agar ia meminta maaf secara terbuka, Pandji mengaku masih bingung atas kesalahan apa yang harus dimintai maaf. Ia menilai seharusnya ada dialog terlebih dahulu sebelum tuntutan permintaan maaf disampaikan.
“Minta maaf atas kesalahan apa gitu? Yang dimintamaafkan tuh yang mana gitu? Kan proses-proses ini belum jalan nih. Belum jalan ya? Yang kalau misalkan berjalan mungkin saya bisa jelaskan, sehingga duduk perkaranya lebih jelas,” ungkapnya.
Konsekuensi Berkarya
Laporan hukum yang berjalan tidak menghalangi Pandji untuk tetap berkarya dan menjalankan tur Mens Rea. Sebelumnya ia dilaporkan banyak pihak di Bareskrim hingga Polda Metro Jaya.
“Saya anggap konsekuensi logis aja. Saya pengin berkarya, saya punya materi stand-up, semua orang bisa merespons, responsnya bisa beragam. Ya udah gak apa-apa,” kata Pandji.
Sebelumnya, Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, melaporkan Pandji ke kepolisian terkait materi yang dinilai menyindir pemberian konsesi tambang dari pemerintah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Hingga akhir Januari 2026, Polda Metro Jaya tercatat menerima sekitar enam laporan terkait Mens Rea, yang berkaitan dengan dugaan fitnah di muka umum, penghasutan, serta penistaan agama.






