Seorang pria yang mengaku sebagai anak kandung penyanyi Denada, Ressa Rizky Rosano, dikabarkan pernah bekerja sebagai sopir pribadi bagi almarhumah neneknya, Emilia Contessa. Pengakuan ini diungkapkan oleh kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, yang menyatakan bahwa Ressa Rizky telah tinggal bersama keluarga besar di Banyuwangi selama bertahun-tahun dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bekerja Sebagai Sopir Nenek
Ronald Armada menjelaskan bahwa Ressa Rizky menerima upah sebesar Rp 2,5 juta per bulan selama bekerja sebagai sopir untuk neneknya. “Ressa itu selama dengan Emilia Contessa itu juga kerja jadi sopirnya. Padahal yang disopiri Neneknya sebetulnya kan, digaji Rp 2,5 juta per bulan,” ujar Ronald Armada dalam sambungan zoom, Kamis (22/1/2026) malam.
Ia menekankan bahwa uang tersebut merupakan upah hasil kerja Ressa, bukan uang nafkah yang diberikan oleh orang tua. Hal ini menjadi salah satu poin dalam gugatan dugaan penelantaran anak yang diajukan kepada Denada. “Beda lho ya, kawan-kawan jangan menafsirkan seperti itu (sebagai nafkah). Itu konteksnya kan dia kerja kan? Dapat upah kan? Kalau nafkah, jangan dibebani anak itu kerja gitu kan. Kalau kerja ini kan upah itu,” tegas Ronald Armada.
Kesulitan Finansial dan Upah yang Tak Menentu
Beban hidup Ressa Rizky semakin terasa berat karena upah sebagai sopir tersebut dinilai tidak mencukupi. Demi menutupi kekurangan, Ressa dikabarkan sampai harus mencari penghasilan tambahan. “Rp 2,5 juta, itu pun bayarannya juga kadang dibayar, kadang gak, disimpan dulu. Sekarang kawan-kawan nilai sendiri saja. Faktanya seperti itu, tidak saya tambahi dan tidak saya kurangi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Denada tidak menghadiri mediasi pertama dan kedua dalam persidangan tersebut. Melalui manajemennya, Denada menyatakan membutuhkan ruang dan privasi untuk menyelesaikan masalah ini. Hingga kini, belum ada keterangan langsung dari Denada terkait persoalan tersebut.






