Jakarta – Gugatan hukum yang melibatkan penyanyi Denada dan seorang pemuda bernama Ressa Rizky di Pengadilan Negeri Banyuwangi memasuki babak baru. Setelah proses mediasi dinyatakan gagal pada Kamis (29/1/2026), pihak kuasa hukum Denada akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai tudingan miring yang beredar di media sosial.
Bantahan Tudingan Tidak Mengakui Anak
Selama ini, Denada dituding tidak mengakui Ressa Rizky sebagai anak kandungnya. Namun, tudingan tersebut dibantah keras oleh kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal. Menurutnya, kliennya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tidak mengakui Ressa sebagai anak. Sebaliknya, bentuk pengakuan itu telah diberikan dalam bentuk tanggung jawab nyata sejak Ressa Rizky masih kecil.
“Masalah mengakui atau tidak itu gini, saya garis bawahi ya masalah anak ini. Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau ndak Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan,” kata Muhammad Iqbal dalam wawancara melalui Zoom, Kamis (29/1/2026) malam.
Tanggung Jawab Finansial dan Pola Asuh
Nafkah dan fasilitas yang diberikan Denada kepada Ressa diklaim cukup mapan berkat dukungan finansial tersebut. “Ressa ini bukan hanya sekadar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi,” jelasnya.
Menyoal Ressa yang dipekerjakan sebagai sopir dengan gaji kecil, pihak Denada memberikan penjelasan. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari pola asuh keluarga untuk mendidik kemandirian anak tersebut agar tidak memiliki mental peminta-minta.
“Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja. Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh. Supaya dia tidak manja cuma minta nadong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah,” jelas Muhammad Iqbal.
Kekecewaan Atas Kegaduhan di Media Sosial
Pihak Denada menyayangkan sikap Ressa yang dinilai membuat kegaduhan di podcast. Ia menyebut ada ketidaksinkronan antara pernyataan Ressa di media dengan fakta di persidangan.
“Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya. Saya tekankan ya. Makanya kemarin kaget kok di podcast-nya Bapak Densu kalau hanya minta pengakuan. Wong di resume mediasi tetap minta Rp 7M,” pungkasnya.






