Celebrity

Kuasa Hukum Ammar Zoni Desak Asesmen Ulang Berdasarkan Keterangan Saksi Ahli

Advertisement

Ammar Zoni kembali menjalani persidangan terkait kasus dugaan peredaran narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Senin (9/2/2026). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi ahli yang diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai fakta hukum dalam perkara tersebut.

Fokus pada Asesmen dan Keterikatan Barang Bukti

Kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias, menyatakan bahwa persidangan semakin mengarah pada kejelasan fakta hukum. Ia menekankan pentingnya keterangan saksi ahli yang menyatakan bahwa barang bukti dalam perkara narkotika harus melekat langsung dengan terdakwa. Selain itu, asesmen terhadap terdakwa juga dinilai krusial.

“Kalau kita lihat persidangan makin terang benderang. Dari keterangan ahli tadi, barang bukti harus melekat sama orangnya dan ahli juga sudah mengatakan bahwa memang harus dilakukan asesmen,” ujar Jon Mathias di PN Jakarta Pusat.

Jon Mathias mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan asesmen sejak awal persidangan. Ia berharap majelis hakim dapat mengabulkan permohonan tersebut untuk menghindari kekeliruan dalam penerapan hukum terhadap Ammar Zoni.

“Kita minta supaya Ammar diasesmen,” tegasnya.

Keterangan Ahli Psikiater dan Kerentanan Pecandu

Lebih lanjut, Jon menyebutkan keterangan saksi ahli psikiater menguatkan dugaan bahwa Ammar Zoni adalah seorang pecandu yang memiliki gangguan kejiwaan. Hal ini, menurutnya, berkaitan erat dengan kerentanan pengguna narkotika untuk kembali melakukan perbuatan negatif.

“Ahli psikiater tadi menjelaskan bahwa pecandu itu sudah ada gangguan kejiwaan. Dan dari keterangan saksi-saksi sebelumnya, peredaran narkotika itu 70 sampai 75 persen membuat orang rentan melakukan perbuatan negatif seperti pemakaian barang terlarang,” katanya.

Advertisement

Kritik Terhadap Proses Penyidikan

Dalam sidang tersebut, total empat saksi ahli telah memberikan keterangan. Jon menambahkan bahwa masih akan ada saksi ahli lain yang dihadirkan, termasuk terkait manajemen penyidikan dan manajemen lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Persoalan utama yang disoroti adalah tidak dilakukannya asesmen sejak tahap awal penyidikan, padahal hal tersebut diwajibkan oleh undang-undang. Jon mengkritik proses ini.

“Yang jadi kendala, seperti disampaikan Yang Mulia Hakim, asesmen ini tidak pernah dilakukan dari penyidik awal. Padahal itu wajib. Seharusnya Jaksa Penuntut Umum sebagai pengendali perkara, kalau tidak ada asesmen, berkas dikembalikan dan tidak langsung di-P21-kan,” kata Jon.

Harapan Keluarga

Adik Ammar Zoni, Aditya Zoni, mengaku bersyukur dengan kehadiran para saksi ahli yang telah memberikan penjelasan dalam persidangan.

“Alhamdulillah tadi saksi ahli sudah datang dan menjelaskan semuanya. Buat kita masyarakat biasa yang gak terlalu paham hukum, tadi yang paling aku highlight memang asesmen itu harus ada,” ujar Aditya.

“Tadi Pak Hakim dan Yang Mulia Hakim Ketua juga sudah oke sebetulnya harus ada asesmen. Cuma kenapa tidak bisa dijalankan, ya I don’t know,” tutupnya.

Advertisement