Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah menyebut dirinya sebagai “aset bangsa”. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari warganet yang menganggap klaim tersebut berlebihan, terutama mengingat kasus narkoba yang berulang kali menjeratnya. Di tengah gelombang kritik, kekasih Ammar Zoni, dokter Kamelia, memberikan klarifikasi.
Konteks Pernyataan “Aset Bangsa”
Kamelia menjelaskan bahwa publik keliru dalam menafsirkan maksud Ammar Zoni. Menurutnya, sebutan “aset bangsa” tidak dimaksudkan sebagai bentuk kesombongan, melainkan memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan rekam jejak Ammar sebelum terjun ke dunia hiburan.
“Kemarin sempat dibully juga ya Bang Amar bilang ‘aset bangsa’. Maksudnya Bang Amar bukan aset bangsa dalam arti sombong,” kata Kamelia saat ditemui awak media di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).
Rekam Jejak Atlet Pencak Silat
Kamelia mengingatkan bahwa Ammar Zoni pernah menjadi atlet pencak silat yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pernah menyumbang medali emas dan perunggu dalam ajang Festival Silat Internasional pada tahun 2016.
“Maksudnya itu dia pernah menyumbang emas di pencak silat internasional. Jadi maksud Bang Amar itu minta kebijakan, kalau dia memang hanya seorang pecandu yang seharusnya diobati,” jelas Kamelia.
Dalam ajang tersebut, Ammar Zoni berhasil mengalahkan atlet-atlet dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Singapura. Prestasi inilah yang menjadi salah satu dasar tim kuasa hukum Ammar Zoni mengajukan permohonan abolisi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Permohonan Abolisi dan Harapan
Pihak Ammar Zoni berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kontribusi sang aktor di masa lalu sebagai bagian dari penilaian hukum. Dengan usianya yang masih tergolong muda, Ammar dinilai masih memiliki peluang besar untuk memperbaiki diri dan kembali berprestasi.
“Apalagi usianya masih muda, perjalanannya masih panjang. Surat permohonan abolisi sudah dikirim ke Pak Prabowo. Itu bagian dari pihak hukum, bukan dari saya,” ujar Kamelia.
Kamelia meyakini, jika diberikan kesempatan kedua, Ammar Zoni siap menebus kesalahannya dengan kembali berkontribusi positif bagi bangsa.
“Kalau pun abolisi dikabulkan, Bang Amar pasti mau terus berjuang dan mengabdi untuk negara,” pungkasnya.
Kini, nasib Ammar Zoni bergantung pada proses hukum dan keputusan negara atas permohonan tersebut.






