Celebrity

Jessica Iskandar: Keberanian Aurelie Moeremans Inspirasi Perempuan Lawan Trauma

Advertisement

Isu child grooming kembali mencuat ke publik setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku berjudul Broken Strings. Buku tersebut mengungkap pengalaman kelam pribadinya, memantik perhatian banyak figur publik, termasuk Jessica Iskandar.

Jessica Iskandar Apresiasi Keberanian Aurelie Moeremans

Jessica Iskandar menilai keberanian Aurelie Moeremans dalam bersuara dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk bangkit dari trauma dan berani berbicara. Ia berharap kisah Aurelie dapat membantu mereka yang sedang berjuang keluar dari pengalaman buruk.

“Mudah-mudahan selain bercerita juga mudah-mudahan yang mungkin mengalami hal yang tidak baik itu bisa sembuh dari traumanya. Dan mungkin kalau sedang menjalaninya bisa keluar dari belenggu itu. Atau yang mungkin sekarang jadi remaja atau punya anak, itu bisa kita saling belajar bahwa itu bisa saja terjadi,” ujar Jessica Iskandar saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Peran Orang Tua dan Komunikasi Terbuka Kunci Pencegahan

Menurut Jessica, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak serta menciptakan rumah sebagai tempat ternyaman adalah kunci penting untuk mencegah kasus serupa terjadi. Ia juga berpesan kepada para remaja untuk lebih waspada dan tidak ragu membuka diri kepada orang tua.

“Dan sebagai orang tua kita harus berusaha untuk terbuka dengan anak, berusaha untuk membuat rumah itu jadi tempat ternyaman. Dan kalau kita sebagai remajanya ya kita harus lebih berhati-hati, lebih membuka komunikasi dengan orang tua, kayak gitu sih. Jadi pelajaran yang bagus banget,” tambahnya.

Advertisement

Pesan untuk Perempuan: Kenali Batas dan Cintai Diri Sendiri

Jessica Iskandar juga menyampaikan pesan kuat bagi perempuan yang mengalami pengalaman serupa. Ia menekankan pentingnya mengenali batasan diri dan mencintai diri sendiri sebagai langkah awal perlindungan.

“Kalau buat aku sih pesannya adalah kita harus mengetahui mana yang baik dan mana yang benar. Setidaknya kita harus tahu batas. Pertama-tama aku selalu ajarin anak-anak aku untuk sayangi dirimu sendiri dulu sebelum kamu menyayangi orang lain. Jadi di saat kamu tahu diri kamu sakit, ya di situlah… berarti itu udah batas. Berarti di situ kamu harus save yourself, karena kamu harus sayang diri kamu,” ungkapnya.

Pelaku Juga Membutuhkan Penyembuhan Luka Batin

Tak hanya menyoroti korban, Jessica juga menyinggung sisi pelaku. Ia menilai perilaku menyimpang kerap berakar dari luka batin dan pengalaman masa kecil yang belum terselesaikan.

“Ya gimana ya… Itu juga penyakit sih. Jadi kayak harus disembuhkan juga menurutku. Karena kadang orang yang terlalu cemburuan, orang yang melakukan hal yang tidak sebaiknya pada orang lain, itu sebenarnya karena diri mereka tuh insecure. Mereka kurang merasa kasih sayang dan kurang didengar, dan mereka mendapatkan perlakuan yang tidak baik mungkin saat mereka kecil atau ada sesuatu yang tidak baik yang terjadi pada orang tersebut. Jadi membuat trauma yang dia enggak bisa sembuhkan tapi dia malah melukai orang lain,” pungkasnya.

Advertisement