Celebrity

Habib Rizieq: Materi Lawakan Pandji Pragiwaksono Soal Salat Dinilai Menista Agama

Advertisement

Rabu, 14 Januari 2026 – Tokoh agama Habib Rizieq Shihab angkat bicara mengenai materi lawakan Pandji Pragiwaksono dalam acara special show stand up comedy bertajuk ‘Mens Rea’. Ia menilai terdapat unsur penistaan agama dalam materi yang disampaikan Pandji.

Dukungan untuk Kritik Pemerintah

Habib Rizieq menyatakan dukungannya terhadap penyampaian kritik kepada pemerintah melalui medium lawakan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang seharusnya dilindungi.

“Soal kritik pedas terhadap pemerintah, saya dukung, saya juga sering mengkritik pemerintah kok. Kalau saya lihat ada hal-hal yang nggak bagus dari pemerintahan, saya nggak peduli, mau itu sipil, TNI, Polri, kalau salah, ya kita tegur, salah kita peringatkan, betul?” ujar Habib Rizieq dalam sebuah ceramah yang diunggah di akun YouTube Islami Brotherhood Television, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, penangkapan atau proses hukum terhadap pelawak karena kritik dianggapnya tidak tepat. “Saya juga nggak setuju kalau gara-gara kritiknya dia harus ditangkap, harus diproses hukum, nggak boleh, saudara. Membiasakan dirilah para pemimpin untuk dikritik oleh rakyatnya, betul?” tuturnya.

Penyorotan Materi Salat

Namun, Habib Rizieq menyoroti secara spesifik materi lawakan Pandji yang menyinggung soal salat. Ia mengaku heran materi tersebut justru mengundang tawa penonton.

“Ternyata dalam komedinya, dalam gurauannya, dalam candaannya, saudara, dia bercanda juga soal salat, ini yang berat. Dia katakan, ‘ada kelompok kalau pilih pemimpin, pokoknya pemimpin syaratnya nggak boleh bolong salatnya’, orang ketawa, saudara,” ungkapnya.

Habib Rizieq menegaskan bahwa kewajiban umat Islam untuk memilih pemimpin yang menjalankan salat. Ia menganggap olok-olok mengenai salat tidak dapat dibenarkan.

“Loh memang kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat, saudara? Itu kan ajaran Islam. Nggak boleh kita memilih pemimpin yang nggak salat, haram! Sepintar apa pun dia, sehebat apa pun dia, saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, kita tahu dia tidak salat, haram. Itu ajaran Islam, jangan kau hina,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Jadi kalau orang Islam wajib memilik pemimpin yang salatnya nggak bolong. Bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, nggak boleh, saudara.”

Salat sebagai Benteng Maksiat

Terkait pernyataan yang mengaitkan salat dengan praktik korupsi atau maksiat, Habib Rizieq menekankan bahwa salat adalah benteng dari perbuatan keji dan mungkar, sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an.

“Sudah disampaikan lagi ‘Ah, salat itu nggak bolong, rutin salat, ternyata apa? Masih banyak yang korupsi, masih banyak yang maksiat’. Ini penghinaan terhadap ayat suci Al-Qur’an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan ‘bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat’. Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan nggak betul itu salat benteng dari maksiat,” jelasnya.

Advertisement

“Saudara tunggu dulu, yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Al-Qur’anul karim, Allah yang mengatakan, saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Nggak boleh. Hati-hati, saudara,” lanjutnya.

Saran untuk Bertanya kepada Ulama

Habib Rizieq menyarankan agar pelawak tidak berfatwa mengenai urusan salat dan menyarankan untuk bertanya kepada ulama jika memiliki kebingungan.

“Nah soal protes dia, ‘loh tapi ada orang salat, ada korupsi’, saudara, Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan,” katanya.

“Tapi kalau Anda mau bertanya boleh, wajib, tanyakan kepada ahlinya, tanyakan kepada ulama, kalau kau bingung, kalau kau tak tahu, kenapa ada orang salatnya rajin tapi tetap korupsi, tanya kepada ulama, jangan kau belagu sok sebagai ulama,” imbuhnya.

Respons Netizen dan Pembelaan

Menanggapi banyaknya netizen yang membela Pandji Pragiwaksono di media sosial, Habib Rizieq menyatakan bahwa pembelaan terhadap hak bersuara sah-sah saja, namun tidak untuk mengolok-olok agama.

“Saya kalau urusan agama saya nggak peduli, pak. Ada hina-hina agama, saya lawan, saya nggak peduli. Walaupun di medsos saat ini banyak netizen bela dia. Saya paham netizen ramai-ramai bela ini waktu dia dilaporkan ke polisi, netizen marah-marah, ‘kenapa begini, ini pembungkaman’ dan seterusnya,” tuturnya.

“Sudah betul niat netizen membela hak dia untuk mengkritik pemerintah, silakan. Tapi netizen khususnya orang Islam nggak boleh diam dari penghinaan yang dilakukan terhadap salat,” tegasnya.

Klarifikasi Pelaksanaan Salat

Habib Rizieq kembali menekankan bahwa jika ada individu yang melaksanakan salat namun masih melakukan maksiat, kesalahan bukan terletak pada salat itu sendiri atau perintahnya, melainkan pada cara individu tersebut melaksanakan salat.

“Kalau ada salat yang nggak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, jangan nyalahin Allah, jangan nyalahin ayat Qur’an, jangan ngolok-olok itu ayat, itu ajaran, jangan. Karena kalau ada yang nggak beres, kalau ada orang salat tapi tetap maksiat, berarti ada yang nggak beres dengan salatnya, saudara. Ini orang cara ngerjainnya ada yang nggak beres, jadi jangan ayat Al-Qur’an-nya, jangan nyalahin salatnya, jangan nyalahin juga perintah salatnya, salahkan diri sendiri kenapa nggak beres melaksanakan salatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi telah menerima laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Pandji Pragiwaksono dalam acara ‘Mens Rea’.

Advertisement