Pemuda bernama Ressa Rizky membongkar alasan di balik gugatan senilai Rp 13,65 miliar terhadap penyanyi Denada yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pemicu utama kemarahan pihak Ressa Rizky berawal dari insiden yang melibatkan Ibu Ratih, ibu angkat yang merawatnya sejak bayi.
Ibu Ratih sempat didatangi polisi berseragam dan disomasi oleh Muhammad, adik Denada, terkait urusan mobil. Kuasa hukum Ressa Rizky, Ronald Armada, menjelaskan bahwa kliennya merasa sakit hati ketika ibu angkatnya diperlakukan demikian.
“Ibu ini di rumah didatangi polisi berseragam dan dilaporkan, juga disomasi sama adiknya Denada yang namanya Muhammad. Perkaranya soal mobil yang Ibu gak tahu apa-apa. Siapa anak yang gak sakit hati ketika ibunya digituin?” kata Ronald Armada dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).
Ronald Armada menegaskan, langkah hukum ini diambil setelah pihak Denada dianggap tidak menunjukkan iktikad baik dalam tiga kali proses mediasi. Ia juga menyinggung kemungkinan tes DNA jika Denada ingin mengakui hubungan secara hukum.
“Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure (hukum), ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada. Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja sehingga saya tidak punya ruang untuk menambah mempermalukan beliau,” tegas Ronald Armada.
Meskipun demikian, Ressa Rizky mengaku tidak menyimpan dendam. Ia menyebut komunikasi terakhir dengan Denada melalui pesan singkat berisi ungkapan kasih sayang yang hingga kini masih disimpannya.
“Komunikasi di WhatsApp itu gak banyak. Tapi yang jelas komunikasi terakhir itu dia bilang bahwa ‘Whatever happens, I always love you’. Intinya aku pengin meluk Mbak Denada itu sama pengen cium kakinya saja. Sudah itu aja,” pungkas Ressa Rizky.
Sikap Denada
Hingga saat ini, Denada belum memberikan pernyataan langsung terkait gugatan tersebut. Namun, melalui manajemennya, Risna Ories, telah memberikan tanggapan.
“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulis Risna dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (12/1/2026).
Manajemen menegaskan bahwa masalah ini bukanlah hal yang mudah bagi Denada. Mereka berusaha memahami reaksi dan pertanyaan yang muncul di luar perihal dugaan ini. Denada juga telah menyerahkan penanganan masalah ini kepada tim pengacaranya.
Risna Ories meminta waktu dan ketenangan bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional.
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna Ories.






