Movies

Film Horor Indonesia Dominasi Bioskop, 101 Juta Penonton dalam 3 Tahun

Advertisement

Film horor Indonesia terus menunjukkan dominasinya di layar lebar. Dalam rentang tiga tahun terakhir, genre ini berhasil menarik lebih dari 101 juta penonton, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif perfilman nasional.

Audiens Tinggi, Pangsa Pasar 60 Persen

Data tersebut diungkapkan dalam diskusi bertajuk Tren Film Horor 2026 yang digelar pada Festival Film Horor (FFHoror) di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Syaifullah Agam, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, memaparkan bahwa angka 101.859.078 penonton merupakan capaian murni film horor produksi dalam negeri. Jika digabungkan dengan film horor impor, total penonton genre ini mencapai 128.160.815 orang.

“Dilihat dari angka-angka tersebut, film horor saat ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di bidang perfilman nasional dengan menguasai 60 persen pangsa pasar,” kata Syaifullah dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Kualitas Cerita Jadi Kunci Masa Depan

Meskipun meraih kesuksesan besar, para sineas diingatkan untuk tidak berpuas diri. Artis senior dan guru besar psikologi UI, Niniek L Karim, menekankan pentingnya kualitas cerita yang masuk akal di samping unsur seram.

“Jangan terlena bikin film asal seram dan bisa bikin takut penonton, tapi juga harus masuk akal,” ujarnya. Menurut Niniek, penonton Indonesia kini semakin cerdas dan kritis, tidak hanya mencari sensasi takut semata.

Advertisement

“Penonton sekarang peduli pada logika. Mereka akan meninggalkan film yang ceritanya tidak logis,” tuturnya.

Penghargaan FFHoror 2026

FFHoror juga mengumumkan para pemenang penghargaan untuk film horor pilihan Januari 2026:

  • Penghargaan Nini Suny: Film Janur Ireng
  • Aktor Terpilih: Tora Sudiro (Janur Ireng)
  • Sutradara Terpilih: Kimo Stamboel (Janur Ireng)
  • Aktris Terpilih: Wavi Zihan (Qorin 2)
  • Cameramen Terpilih: Enggar Budiono (Dusun Mayit)

Selain itu, FFHoror memberikan penghargaan khusus kepada almarhum Epy Kusnandar atas dedikasinya bagi perfilman Indonesia.

Advertisement