Eko Patrio akhirnya buka suara mengenai peristiwa penjarahan yang menimpa rumahnya pada Agustus 2025 lalu. Akibat kejadian tersebut, Eko dan keluarganya terpaksa harus mengontrak rumah di pinggiran Jakarta demi menjaga keamanan. Kini, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut telah kembali menempati kediamannya di kawasan kota Jakarta.
Saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/2/2026), Eko Patrio membeberkan sikapnya terkait proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyatakan telah memilih untuk memaafkan para pelaku secara pribadi.
“Pada saat sidang apa namanya memaafkan,” ujar Eko Patrio.
Meskipun demikian, Eko menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia juga menambahkan pandangannya mengenai para pelaku yang disidang.
“Dan semua proses hukum saya serahkan kepada pihak yang berwenang. Dan saya meyakini yang kemarin disidang itu adalah belum tentu juga bersalah, mungkin ikut-ikutan dan sebagainya,” ungkapnya.
Eko menjelaskan bahwa keputusan memaafkan adalah murni dari dirinya secara pribadi, terlepas dari jalannya persidangan. Ia juga menyinggung soal permintaan tanggung jawab dari hakim.
“Tapi saya secara pribadi memafkan dan hakim juga kemarin apakah minta tanggung jawab dan sebagainya, nggak usah saya bilang gitu,” tuturnya.
Bagi Eko, hal terpenting dari pengalaman pahit ini adalah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan semua pihak dapat mengambil pelajaran serta saling memaafkan.
“Yang penting adalah tidak mengulangi lagi dan ya kita sama-sama saling memaafkan,” pungkasnya.






