Kepergian vokalis band Element, Lucky Widja, pada Minggu (24/1/2026) malam meninggalkan duka mendalam sekaligus tantangan besar bagi personel yang tersisa. Lucky tidak hanya berperan sebagai vokalis, tetapi juga sebagai pengatur utama operasional dan manajerial band.
Peran Sentral Lucky Widja
Drummer Element, Didi Riyadi, mengungkapkan betapa vitalnya peran almarhum dalam menjaga kelangsungan band. Tanpa Lucky, para personel kini harus berjuang mengumpulkan kembali data-data administratif yang selama ini dikelola sendirian oleh almarhum.
“Begitu almarhum gak ada, memang kita langsung banyak dalam waktu yang singkat gitu ya, yang cepat gitu kita harus mulai meng-collect lagi hal-hal yang sifatnya administratif. Karena, di dalam tim Element kebetulan kita pegang sendiri, tidak ada manajemen,” ujar Didi Riyadi saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Lucky Widja memegang kunci utama urusan arus kas dan aset digital band. Kepergiannya membuat personel lain kalang kabut dalam mengelola keuangan dan tata kelola band.
Element Tetap Eksis Meski Berat
Meskipun tengah dirundung duka, Didi Riyadi menyadari bahwa band Element harus tetap eksis. Ada tanggung jawab besar yang menanti, termasuk jadwal manggung yang sudah terikat kontrak.
“Kesempatan untuk kita bertemu dan rapat secara internal itu baru mungkin bisa dilakukan setelah ini, di minggu depan, sambil mulai merapikan satu per satu,” jelasnya.
Didi menegaskan, Element tidak akan berhenti. Melanjutkan karya dan menjaga band tetap hidup adalah amanah yang diinginkan oleh almarhum Lucky Widja.
“Ini kan pesen Om Luki bahwa Element harus tetap terus jalan. Mudah-mudahan Element ke depannya kita bisa tetap tegar untuk move on dalam keadaan,” tutup Didi Riyadi.
Lucky Widja meninggal dunia karena penyakit yang diidapnya.






