Celebrity

DJ Dinar Candy Ungkap Modus Narkoba Baru Berkedok Pod dan Balon di Tempat Hiburan Malam

Advertisement

JAKARTA – Disk jockey (DJ) Dinar Candy membeberkan sisi gelap dunia hiburan malam yang semakin mengkhawatirkan. Ia memperingatkan kaum muda, terutama Generasi Z, mengenai modus peredaran narkoba baru yang menyamar dalam bentuk barang-barang sehari-hari.

Pengalaman pribadi Dinar saat melakukan tur DJ di tiga kota berbeda membuatnya menemukan praktik mencurigakan. Ia mengaku sempat ditawari barang yang diklaim dapat memberikan efek ‘terbang’ hingga pagi.

Salah satu modus yang diungkap Dinar adalah penawaran sebuah alat mirip rokok elektrik atau pod berukuran kecil. Barang yang disebutnya sebagai ‘Pod Getter’ ini sekilas tampak seperti vape biasa, namun efek yang ditawarkan diklaim jauh lebih berbahaya.

Modus ‘Pod Getter’ yang Mengkhawatirkan

“Pas aku lagi nge-DJ ada yang nawarin, kayak pod kecil. Dia bilang, ‘Kak cobain deh, sedot sekali nanti kayak nge-fly 3 jam atau sampai pagi’,” ungkap Dinar Candy saat diwawancarai di Studio Pagi-Pagi Ambyar, TransTV, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (28/1/2026).

Dinar yang menjalani gaya hidup sehat dan tidak merokok langsung menolak tawaran tersebut. Kecurigaannya semakin besar ketika foto barang tersebut dikirim melalui pesan sekali lihat, seolah ada upaya penyembunyian.

Advertisement

“Ini beda dari liquid vape biasa. Berarti ada racikannya, ada campuran sejenis narkobanya. Bahaya banget karena bentuknya kecil, mungkin lolos security check dikira vape biasa,” tambahnya.

Bahaya ‘Balon’ dan Gas Whip Cream di Klub

Selain modus pod, Dinar juga menyoroti tren penggunaan ‘balon’ dan gas whip cream yang beredar di dalam klub malam. Ia mengaku sempat bingung saat dilempari balon ketika sedang tampil di atas panggung.

“Aku lagi nge-DJ dilemparin balon. Aku tepis, eh malah diketawain. Katanya, ‘Teh itu diambil, disedot nanti ada efek nge-fly’,” cerita Dinar.

Dinar baru menyadari potensi bahaya dari praktik ini setelah menerima banyak pesan pribadi dari para ibu. Mereka mengeluhkan anak-anak mereka yang harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) atau bahkan kehilangan kesadaran berhari-hari akibat menghirup gas nitrogen dari modus balon tersebut.

Advertisement