Jakarta – Disk jockey (DJ) Dinar Candy membagikan pengalamannya mengenai modus peredaran narkoba baru yang mengincar kalangan muda. Ia mengaku prihatin setelah seorang kenalannya baru-baru ini ditangkap polisi terkait kasus narkoba tersebut.
Peristiwa ini bermula ketika Dinar ditawari sebuah benda yang menyerupai vape atau pod kecil yang dikenal dengan sebutan ‘Pod Getter’. Dinar mengungkapkan bahwa ia sempat dibujuk oleh seorang kenalan wanita yang kerap hadir di acara manggungnya untuk mencoba barang tersebut.
“Ada teman aku, bukan teman sih, dia tuh sering datang pas aku nge-DJ. Dia itu kayaknya sudah kena (kecanduan) ya. Terus dia berapa kali WA-in aku, fotoin pod kecil itu,” ungkap Dinar Candy saat ditemui di kawasan Studio Pagi-Pagi Ambyar TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Kenalan Dinar tersebut mengiming-imingi efek ‘nge-fly’ secara instan jika mengisap barang tersebut. Dinar, yang mengaku tidak merokok dan menjaga pola hidup sehat, menolak tawaran itu.
Tak lama berselang, kabar penangkapan pun datang. Kenalan Dinar yang masih berusia sangat muda itu berhasil diamankan oleh pihak berwajib.
“Awalnya tiba-tiba si cewek ini tuh ketangkap. Nah, ketangkap dari situ kan aku sudah positif mikir, wah berarti pod yang lagi beredar ini ada racikannya, bukan liquid vape biasa. Berarti ada campuran sejenis narkobanya,” tegas Dinar.
Dinar sangat menyayangkan kejadian tersebut, mengingat korban yang tertangkap masih berusia produktif, yaitu 24 tahun. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi Dinar untuk mengimbau generasi Z agar tidak bermain-main dengan hukum.
“Kasihan sama orang tua di rumah. Orang tua harus pintar-pintar pendekatan apalagi ke anak-anak umur 20-22 tahun. Karena yang ketangkap teman aku itu umurnya baru 24, masih muda banget,” ujarnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Dinar meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk segera turun tangan menyelidiki peredaran ‘Pod Getter’, balon gas, hingga whip cream mencurigakan yang beredar di tempat hiburan malam maupun di luar. Ia khawatir bentuknya yang samar menyerupai mainan atau rokok elektrik biasa dapat menjebak banyak anak muda tanpa mereka sadari konsekuensi hukumnya.






