Chiki Fawzi akhirnya buka suara mengenai pengalamannya yang mendadak dipulangkan dari tugas sebagai petugas haji pada tahun 2026. Meskipun awalnya merasakan kekecewaan, Chiki mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut justru memberinya kesempatan untuk merenung dan merasa bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuknya.
Situasi tersebut diakuinya sangat dinamis dan kompleks. “Ayah tuh tahu ya pas aku dipulangin tengah malam. Walaupun aku menenangkan diri dulu karena dinamis banget ya, situasinya tuh kompleks banget, dan aku juga masih mencerna ‘kok ini begini, kok ini begitu’,” ujar Chiki saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Chiki mengaku sempat menghadapi tekanan dari warganet. Namun, dukungan penuh dari keluarga, terutama sang ayah, Ikang Fawzi, dan kakaknya, memberinya kekuatan ekstra. “Dan aku tahu ini memang hal yang harus aku hadapi sendiri. Dan Ayah sih kasih support banget sama kakak aku. Kakak ikut belain aku lagi di socmed. Gitu. Semoga ini framing-nya nggak, nggak bikin aku celaka lagi ya, nggak menyudutkan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah derasnya komentar publik. Chiki mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib mengenai sikap terhadap orang lain. “Jangan menjelaskan diri kita kepada siapa pun, karena ya nggak suka akan tetap nggak suka dan yang nyaman sama kita insyaallah akan tetap berteman dengan kita. Kata Ali bin Abi Thalib ya. Jadi menurut aku, kalau dilihat dari kacamata iman ya surprisingly aku banyak ngobrol sama orang-orang yang perjalanan menuju hajinya tuh juga luar biasa challenging. Dan memang nggak mudah,” tutur Chiki.
Chiki juga mengungkapkan kekhawatirannya jika niat baiknya sebagai calon petugas haji disalahartikan atau diframing oleh publik. Ia menegaskan bahwa tugas petugas haji memiliki dasar ilmu fiqih tersendiri. “Jadi memang mungkin jalan aku menuju haji atau petugas haji. Ini nanti di-framing lagi nih, kalau misalnya aku bilang apa, ingin haji sambil melayani, diksi itu yang di-framing padahal sebenarnya memang ada fiqih petugas kelasnya sendiri,” katanya.
Meskipun demikian, Chiki berusaha melihat sisi positif dari ujian yang dihadapinya. Ia berharap segala fitnah yang menerpanya justru menjadi ladang pahala baginya. “Jadi ya menurut aku ini memang harus dilalui saja dan hitung-hitung aku lagi dapat banyak transfer pahala lho dari orang-orang yang ngefitnah. Dari gulungan bola-bola salju yang menggulung itu menjadi another fitnah, aku lagi dapat banyak transfer pahala lho. Mungkin memang Allah lagi sayang saja sama aku,” pungkasnya.






