Celebrity

Ammar Zoni Akui Jadi ‘Gudang Sabu’ di Rutan Salemba, Dijanjikan Rp 100 Ribu per Gram

Advertisement

Jakarta – Aktor Ammar Zoni kembali menghadapi sidang lanjutan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (15/1/2026). Dalam persidangan yang beragendakan mendengarkan kesaksian pihak kepolisian, Ammar Zoni disebut berperan sebagai penyedia tempat penyimpanan narkoba jenis sabu di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba.

Pengakuan Ammar Zoni dalam BAP

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan poin-poin krusial dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang mengungkap pengakuan Ammar Zoni. Ia secara sadar menyediakan tempat untuk menyimpan narkoba milik seseorang bernama Andre, yang saat ini masih berstatus buron.

“Saya jelaskan bahwa benar saya hanya menjadi gudang atau tempat menyimpan narkotika yang dimiliki oleh saudara Andre,” ujar Jaksa Penuntut Umum saat membacakan isi pengakuan Ammar Zoni dalam BAP di ruang sidang.

Modus Operandi dan Perantara

Keterlibatan Ammar Zoni, yang juga kekasih dari seorang dokter bernama Kamelia, bermula dari komunikasi melalui telepon dengan Andre. Narkoba tersebut kemudian dikirimkan ke kamar tahanan Ammar Zoni melalui perantara terdakwa lain, Muhamad Rivaldi.

“Awalnya saudara Andre menelepon bahwa ingin memberikan narkotika jenis sabu kepada saya sebanyak 100 gram yang diantarkan melalui saudara Muhamad Rivaldi dan kemudian Muhamad Rivaldi datang ke kamar saya dan membawa plastik bening,” lanjut JPU menirukan keterangan Ammar Zoni dalam BAP.

Teknis Pembagian Sabu di Rutan

Fakta persidangan juga mengungkap bagaimana teknis pembagian sabu tersebut dilakukan di dalam kamar Ammar Zoni. Setelah menerima paket besar seberat 100 gram, barang haram tersebut langsung dipecah untuk didistribusikan.

Advertisement

“Saudara Muhamad Rivaldi memecah paket tersebut menjadi 50 gram dan 50 gram. Satu paket berisi 50 gram itu dibawa oleh Muhamad Rivaldi dan sisanya saya simpan di dalam lemari di kamar saya,” bunyi dokumen pengakuan Ammar yang dibacakan di depan majelis hakim.

Imbalan Finansial

Peran sebagai ‘gudang’ narkoba ini ternyata tidak dilakukan secara cuma-cuma. Ammar Zoni dijanjikan imbalan finansial untuk setiap gram sabu yang berhasil diamankan di dalam kamarnya.

“Dijanjikannya Rp 100 ribu per satu gram,” beber saksi polisi, Mario, dalam persidangan.

Dakwaan Berlapis

Dalam kasus ini, JPU menerapkan dakwaan berlapis. Dakwaan primernya adalah Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) tentang jual beli atau menjadi perantara narkotika, yang ancaman hukumannya jauh lebih berat. Sementara itu, dakwaan subsidairnya adalah Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.

Sebelumnya, JPU menyatakan peran Ammar Zoni adalah menerima 100 gram sabu dari Andre (DPO). Narkotika tersebut kemudian dibagi dua, dengan 50 gram diserahkan kepada terdakwa Muhammad Rivaldi untuk diedarkan kembali di dalam rutan. Namun, pendistribusian barang haram ini akhirnya terbongkar oleh petugas.

Advertisement