Movies

Achmad Romie Pilih Teror Mencekam ‘Buto Ijo’ Dibandingkan Jumpscare yang Bising

Advertisement

Sutradara Achmad Romie Baraba mengambil pendekatan unik dalam film terbarunya, Penunggu Rumah: Buto Ijo. Berbeda dengan film horor pada umumnya yang mengandalkan jumpscare, Romie memilih untuk membangun teror yang pelan, sunyi, namun mampu menciptakan suasana mencekam.

Mitologi Buto Ijo sebagai Inspirasi

Ketertarikan Romie terhadap mitologi Buto Ijo yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia menjadi titik tolak penggarapan film ini. Saat pertama kali menerima naskah dari Gandhi Fernando, Romie membayangkan potensi untuk menyerang emosi penonton secara mendalam. Pendekatan ini diharapkan membuat Penunggu Rumah: Buto Ijo tampil berbeda melalui ketegangan cerita dan atmosfer lokasi yang kuat.

Romie dan Gandhi Fernando sepakat untuk tidak menampilkan Buto Ijo semata-mata sebagai sosok penebar teror. Ia menekankan bahwa film ini bukan sekadar horor slow burn, melainkan sebuah teror yang terus membayangi tanpa perlu mengagetkan penonton.

Tantangan Menjaga Ritme Horor

“Tantangan terbesarnya menjaga ritme horor yang pelan tapi konsisten menekan,” ujar Achmad Romie dalam keterangan resminya pada Selasa, 13 Januari 2026. Pendekatan ini turut memengaruhi cara akting para pemain, termasuk karakter Ali yang diperankan oleh Gandhi Fernando. Ia dituntut untuk menampilkan rasa takut yang lebih tertahan, bukan diekspresikan secara berlebihan.

Advertisement

Lebih dari sekadar hiburan, Penunggu Rumah: Buto Ijo diharapkan dapat meninggalkan rasa tidak nyaman yang membekas di benak penonton. Romie sendiri ingin penonton ikut merenungkan makna rumah, janji, dan hal-hal kecil yang sering dianggap sepele namun memiliki dampak besar.

Penunggu Rumah: Buto Ijo diproduksi oleh Creator Media bersama Maxstream Studios dan dijadwalkan tayang mulai 15 Januari 2026.

Advertisement