Pasangan selebritas Yulia Rahmayani dan Rifky Alhabsy tengah diliputi kebahagiaan setelah penantian sembilan tahun. Yulia Rahmayani akhirnya hamil anak pertama melalui program bayi tabung (IVF) setelah berjuang menghadapi infertilitas.
Perjuangan Panjang Menghadapi Infertilitas
Perjalanan Yulia Rahmayani untuk memiliki buah hati tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah pada saluran reproduksi yang mengharuskannya menjalani operasi pemotongan kedua tuba atau salpingektomi. Kondisi ini membuat kehamilan alami atau melalui inseminasi menjadi tidak memungkinkan.
Menyadari hal tersebut, Rifky Alhabsy memberikan izin kepada sang istri untuk menjalani program bayi tabung. Keduanya memahami bahwa program IVF memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Namun, dukungan dari keluarga dan tim medis menjadi kekuatan bagi mereka untuk menjalani setiap tahapan proses hingga membuahkan hasil yang diharapkan.
Harapan dan Syukur Pasangan Selebritas
“Sudah sembilan tahun kami menunggu. Rasanya campur aduk, antara takut berharap dan tidak ingin kecewa lagi,” ujar Yulia Rahmayani saat ditemui di Smart Fertility Clinic Evasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/1/2026).
Yulia mengungkapkan rasa syukurnya atas kabar baik yang akhirnya diterima. “Namun, saya bersyukur sekali akhirnya bisa mendapatkan kabar baik ini. Terima kasih untuk dokter dan seluruh tim Smart Fertility Clinic yang selalu mendampingi saya,” tambahnya dengan penuh kebahagiaan, ditemani oleh Rifky Alhabsy.
Proses Bayi Tabung di Smart Fertility Clinic
Pasangan ini memilih Smart Fertility Clinic di Jakarta untuk menjalani program bayi tabung mereka. Mereka ditangani oleh tim medis profesional, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Darma Syanty, serta CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan.
Proses program bayi tabung dimulai dengan Prosedur Ovum Pick Up (OPU) yang dijalani Yulia pada 15 Februari 2025. Dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada 12 September 2025. Sekitar dua minggu setelah FET, kantong kehamilan yang menjadi tanda awal perkembangan kehidupan berhasil terlihat.
Penjelasan Medis dan Dukungan Klinik
Dr. Darma Syanty menjelaskan bahwa IVF merupakan pilihan yang paling tepat bagi pasien dengan riwayat hidrosalping dan kedua tuba yang tidak berfungsi. “Dengan pemilihan protokol yang sesuai, kualitas embrio yang baik, serta kondisi rahim yang optimal saat FET, kehamilan tetap dapat dicapai,” katanya.
Sementara itu, dr. Laura Leandra Setiawan menekankan pentingnya kerja kolaboratif dalam setiap keberhasilan pasien. “Kami memahami perjalanan untuk memiliki buah hati bukanlah perjalanan yang mudah bagi banyak pasangan. Smart Fertility Clinic hadir tidak hanya dengan teknologi dan layanan medis terkini, tetapi juga dengan pendampingan dan empati,” ujar dr. Laura.






